Kalau Anda mencari "AI Indonesia" atau "model AI Indonesia", nama yang paling sering muncul adalah Sahabat-AI. Proyek ini lahir dari satu keluhan sederhana: model AI global pintar berbahasa Inggris, tetapi sering kikuk saat diajak bicara dalam Bahasa Indonesia sehari-hari, apalagi bahasa Jawa, Sunda, Bali, atau Batak. Artikel ini merangkum apa itu Sahabat-AI, siapa pembuatnya, versi apa saja yang sudah ada, dan bagaimana Anda bisa mencobanya sendiri.

Sahabat-AI dalam satu paragraf

Sahabat-AI adalah ekosistem model bahasa besar (large language model/LLM) terbuka yang dirancang untuk Bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Inisiatornya dua perusahaan lokal, GoTo (induk Gojek, GoPay, dan Tokopedia) dan Indosat Ooredoo Hutchison. Pengembangan modelnya dikerjakan GoTo bersama AI Singapore, tim di balik model SEA-LION, dengan perangkat lunak pelatihan NVIDIA. Situs resminya menyebut Sahabat-AI sebagai LLM Bahasa Indonesia pertama yang dikembangkan oleh orang Indonesia, dengan sasaran utama layanan bisnis (B2B) dan pemerintahan (B2G).

Perjalanan singkat: dari 8 miliar ke 70 miliar parameter

November 2024, tahap pertama. Sahabat-AI diperkenalkan di Indonesia AI Day, Jakarta, 14 November 2024. Hadir CEO NVIDIA Jensen Huang, Menteri BUMN saat itu Erick Thohir, CEO Indosat Vikram Sinha, dan CEO GoTo Patrick Walujo. Tahap ini membawa dua model kecil, yaitu sekitar 8 miliar dan 9 miliar parameter, yang dibangun di atas Llama 3 (Meta) dan Gemma 2 (Google) lalu dilatih ulang dengan data berbahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda. Waktu itu Sahabat-AI masih diuji terbatas di Dira, asisten suara di aplikasi Gojek dan GoPay.

Juni 2025, model 70 miliar parameter dan layanan chat. Pada 2 Juni 2025, GoTo dan Indosat merilis model jauh lebih besar, Llama-Sahabat-AI-v2-70B, berbasis Llama 3.1 70B. Bahasa Bali dan Batak Toba ikut ditambahkan, dan jendela konteksnya naik menjadi 128 ribu token. Bersamaan dengan itu, layanan chat Sahabat-AI dibuka untuk publik lewat situs sahabat-ai.com dan aplikasi GoPay. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid hadir dalam peluncuran itu, sementara Wakil Menteri Nezar Patria menyebut inisiatif ini selaras dengan peta jalan AI nasional yang saat itu sedang disusun.

Februari–Maret 2026, aplikasi Sahabat-AI. Pada 25 Februari 2026, Komdigi dan Indosat meluncurkan aplikasi Sahabat-AI untuk Android dan iOS. Aplikasinya bukan sekadar kotak chat: Indosat menyebutnya platform multi-model dan multi-modal untuk menulis, mencari informasi, membantu coding, membuat gambar dan video, serta analisis, lengkap dengan guardrails yang disesuaikan dengan norma di Indonesia. Di ajang NVIDIA GTC pada Maret 2026, Indosat juga mengumumkan sedang menyiapkan generasi model Sahabat-AI berikutnya di atas model terbuka NVIDIA Nemotron, dilatih dengan GPU yang berada di Indonesia.

Oktober 2026, GoTo-AI v3 27B. Pada Bali Tech Week, 19 Oktober 2026, GoTo memperkenalkan model terbuka 27 miliar parameter berbasis Gemma 3 dengan dukungan Komdigi. Di Hugging Face, model ini bernama GoTo-AI (gemma3-27b-cpt-gotoai-v3-instruct). Kartu modelnya menyebut GoTo dan AI Singapore sebagai pengembang, mendukung enam bahasa yang sama, dan menggunakan konteks 128 ribu token. Kami sudah membahas peluncurannya di sini.

Daftar model yang bisa diunduh

Semua bobot model dipublikasikan di akun Hugging Face GoToCompany:

| Model | Basis | Ukuran | Bahasa | Konteks | Lisensi |
|---|---|---|---|---|---|
| llama3-8b-cpt-sahabatai-v1-instruct | Llama 3 8B | ±8 miliar | Indonesia, Jawa, Sunda, Inggris | 8 ribu token | Llama 3 Community License |
| gemma2-9b-cpt-sahabatai-v1-instruct | Gemma 2 9B | ±9 miliar | Indonesia, Jawa, Sunda, Inggris | 8 ribu token | Gemma Terms of Use |
| Llama-Sahabat-AI-v2-70B-IT | Llama 3.1 70B | ±70 miliar | + Bali, Batak Toba | 128 ribu token | Llama 3.1 Community License |
| gemma3-27b-cpt-gotoai-v3-instruct | Gemma 3 27B | ±27 miliar | Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, Batak Toba, Inggris | 128 ribu token | Gemma Terms of Use |

Untuk versi v1 tersedia juga varian base (belum dilatih instruksi) untuk keperluan riset dan fine-tuning.

Data pelatihannya, menurut kartu model dan pemberitaan, berasal dari mitra media seperti Kompas Gramedia, Republika, Tempo, dan Hukumonline, situs publik pemerintah, serta data bahasa daerah yang dikumpulkan bersama kampus seperti UI, UGM, IPB, ITB, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Udayana.

Soal "open source": apa artinya di sini

GoTo dan Indosat menyebut Sahabat-AI open source. Lebih tepatnya, ini model bobot terbuka (open weights): siapa pun bisa mengunduh, menjalankan, dan memodifikasinya, termasuk untuk keperluan komersial, asalkan mematuhi lisensi model dasarnya, yaitu Llama atau Gemma. Lisensi itu punya aturan penggunaan sendiri, misalnya larangan penggunaan tertentu, sehingga tidak sama dengan lisensi sumber terbuka klasik seperti Apache 2.0 atau MIT. Untuk proyek bisnis, baca dulu lisensi versi yang Anda pakai.

Seberapa bagus?

Menurut tolok ukur yang dipublikasikan GoTo sendiri, versi v1 9B mencetak skor rata-rata sekitar 61 pada SEA-HELM (gabungan tugas bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda). Skor itu di atas Gemma 2 9B asli (sekitar 56) dan SEA-LION v2.1 8B (sekitar 47). Pada IndoMMLU, tes soal sekolah berbahasa Indonesia, v1 9B mencapai sekitar 62,6% dibanding 54,4% untuk SEA-LION v2.1. Angka ini perlu dibaca hati-hati: diukur oleh pengembangnya sendiri dan dibandingkan dengan model generasi lama. Model global terbaru yang jauh lebih besar tetap unggul di banyak tugas umum. Kekuatan Sahabat-AI ada pada bahasa daerah dan konteks lokal, serta pada kemampuannya dijalankan di server sendiri.

Sudah dipakai di mana?

  • Dira (Dikte Suara), asisten suara di Gojek dan GoPay untuk memesan perjalanan, mengirim uang, atau membayar tagihan dengan perintah suara.
  • Chat Sahabat-AI di GoPay, di menu "Layanan Favorit Warga".
  • Layanan publik. Situs resmi Sahabat-AI mencontohkan penggunaan untuk administrasi perubahan nama dan alamat, perpajakan, dan identitas kependudukan. Ini disebut sebagai use case, dan kami belum menemukan rincian instansi mana yang sudah menerapkannya.
  • Aplikasi Sahabat-AI dari Indosat untuk pelajar, kreator, pelaku usaha, dan institusi.

Cara mencoba Sahabat-AI

1. Tanpa instal apa pun (paling mudah). Buka sahabat-ai.com dan pilih menu chat, atau buka aplikasi GoPay, cari bagian "Layanan Favorit Warga", lalu ketuk Sahabat-AI. Coba bertanya dalam bahasa Jawa atau Sunda untuk melihat kelebihannya.

2. Lewat aplikasi ponsel. Cari "Sahabat-AI" di Google Play atau App Store. Pastikan pengembangnya Indosat supaya tidak salah unduh aplikasi tiruan.

3. Jalankan sendiri (untuk developer). Unduh model dari huggingface.co/GoToCompany dan jalankan dengan pustaka Transformers atau vLLM. Pilih ukuran sesuai perangkat keras:

  • Model 8B/9B: cocok untuk satu GPU kelas konsumen dengan memori besar, terutama dalam versi terkuantisasi.
  • Model 27B (v3): kartu modelnya menyebut sekitar 54–60 GB VRAM pada presisi BF16, misalnya satu NVIDIA A100 80GB.
  • Model 70B (v2): sekitar 140 GB VRAM pada BF16, misalnya dua H100.

Seperti semua LLM, Sahabat-AI bisa berhalusinasi. Periksa ulang jawaban untuk hal penting seperti hukum, kesehatan, dan keuangan.

Sahabat-AI vs SEA-LION dan model lokal lain

SEA-LION dari AI Singapore adalah "kakak" Sahabat-AI: model untuk berbagai bahasa Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Melayu, Filipino, Khmer, dan lainnya. Sejak 2025, SEA-LION sudah masuk generasi v4 dengan varian berbasis Gemma 3, Qwen, Apertus, hingga Nemotron, termasuk model yang bisa membaca gambar, serta tersedia lewat API dan playground. Bedanya, SEA-LION melebar ke banyak negara, sedangkan Sahabat-AI fokus mendalam ke Indonesia dan bahasa daerahnya. AI Singapore terlibat langsung dalam pengembangan Sahabat-AI.

Negara tetangga menempuh jalan serupa: Thailand punya Typhoon dari SCB 10X dan didorong mengembangkan model sendiri. Di dalam negeri, Sahabat-AI bukan satu-satunya pemain. TelkomGroup meluncurkan AI ModelHub dalam inisiatif teknologi digital berdaulat dan mendorong platform AI nasional bersama Danantara. Indosat, salah satu inisiator Sahabat-AI, juga menjalin kerja sama cloud dan AI dengan Tencent. Diskusi tentang ketergantungan pada teknologi asing juga mengemuka di forum Google APAC dan Danantara.

Kenapa ini penting

Indonesia punya ratusan bahasa daerah dan pasar digital yang sangat besar. Model lokal yang bobotnya terbuka memberi pilihan bagi startup, kampus, dan instansi untuk menjalankan AI di server sendiri, dengan data yang tetap di dalam negeri, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada layanan asing. Tantangannya tetap besar: model global bergerak sangat cepat, dan nilai Sahabat-AI akan ditentukan oleh seberapa luas ia benar-benar dipakai, bukan hanya diluncurkan.

Sumber