Ini lanjutan dari laporan kami soal TelkomGroup meluncurkan Sovereign Digital Technology, termasuk AI ModelHub. Kalau peluncuran itu bicara soal infrastruktur, kali ini Telkom menjelaskan bagaimana AI akan dipakai dan dibiayai.

Yang baru: Platform AI Nasional

Menurut Warta Ekonomi, Direktur IT Digital Telkom Karim Siregar berbicara di panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, Selasa (27/10). Ia menyebut langkah utama yang didorong adalah membangun Platform AI Nasional yang mengubah hasil riset menjadi nilai bisnis.

Karim membagi perannya menjadi tiga:

  • Riset dan akademisi menyiapkan talenta dan inovasi.
  • Industri menyediakan kasus penggunaan (use case) nyata.
  • Investor institusional seperti Danantara menyediakan pendanaan.

Mulai dari perusahaan portofolio Danantara

Telkom mengaku sudah memetakan use case di perusahaan portofolio Danantara. Prioritasnya adalah kebutuhan dengan klasifikasi keamanan tertinggi dan ketergantungan data paling besar. Solusi dibangun dan dipakai di internal lebih dulu, baru kemudian diperluas ke pasar korporasi dan publik.

Berdaulat, tapi tidak menutup diri

Poin penting lain: menurut Karim, AI berdaulat tidak berarti meninggalkan model frontier global. Di panel yang sama, Harsh Dhand, Director of AI and Research Partnerships Google APAC, menggambarkan arsitektur hibrida: mulai dari model frontier global, lalu memanfaatkan inferensi untuk melatih model berdaulat di masa depan.

Pendekatan ini realistis, tetapi juga memunculkan pertanyaan: data apa yang boleh dikirim ke model global, dan siapa yang memegang kendali atas data inferensi itu.

Yang belum dijawab

Belum ada rincian anggaran, jadwal, model apa yang dipakai, atau bagaimana kampus dan startup bisa ikut serta di platform ini.

Apa artinya bagi Anda

Bagi peneliti dan kampus, ini sinyal ada jalur pendanaan dari riset ke industri, tapi mekanismenya masih perlu ditunggu. Bagi developer, produk AI dari Telkom kemungkinan akan muncul lebih dulu di BUMN sebelum terbuka untuk publik. Konteks lebih luas: Danantara siapkan 40 proyek chip AI dan data center 1 GW dan analisis kami, data center menjamur belum berarti kedaulatan AI.

Sumber