Tiga operator seluler terbesar Indonesia kini sama-sama punya hubungan dengan satu raksasa teknologi Tiongkok. Di panggung Tencent Global Digital Ecosystem Summit (GDES) 2026 di Shenzhen, Kamis (29/10/2026), Tencent menyebut Telkomsel, XLSmart, dan Indosat sebagai mitranya untuk cloud dan AI.
Apa saja kerja samanya
Menurut laporan Bisnis.com dari Shenzhen, Dowson Tong, Wakil Presiden Eksekutif Senior Tencent sekaligus CEO Cloud and Smart Industries Group, mengatakan Tencent telah menandatangani kerja sama dan mendorong ketiga operator itu berkolaborasi menyeluruh dengan Tencent Cloud dan AI.
- Telkomsel: membangun ekosistem Super App as a Service dan mengembangkan mini program di dalam aplikasinya.
- XLSmart: memindahkan sistem inti ke Tencent Cloud. Menurut Tong, migrasi melibatkan lebih dari 1.000 mikroservis dan data berukuran terabyte, diatur oleh banyak agen AI dari tahap penemuan hingga penerapan, dan selesai dalam lima bulan. Tencent juga mengklaim membantu mengembangkan lebih dari 200 fungsi khusus kebutuhan lokal.
- Indosat: disebut sebagai salah satu dari tiga mitra, tetapi rincian kerja samanya tidak dijelaskan dalam laporan.
Kenapa XLSmart pindah ke cloud
Director & Chief Information Technology Officer XLSmart, Yessie D. Yosetya, menjelaskan kepada Bisnis bahwa kerja sama yang dimulai akhir tahun lalu ini lahir dari kebutuhan pascamerger XL Axiata dan Smartfren. Satu organisasi sudah banyak memakai cloud, sementara yang lain masih mengandalkan server sendiri (on-premise). "Jadi, kita cari dan jalan semuanya ke cloud," katanya.
Ini contoh nyata pemakaian agen AI bukan untuk mengobrol dengan pelanggan, melainkan untuk pekerjaan TI yang berat: memetakan sistem lama, memindahkannya, lalu mengujinya.
Arah Tencent di Indonesia
Jimmy Chen, Vice President Tencent Cloud untuk Asia-Pasifik, mengatakan Tencent ingin memperdalam kehadiran di telekomunikasi, jasa keuangan, platform digital, dan ritel, terutama untuk layanan pelanggan, verifikasi dan onboarding pelanggan, serta otomatisasi alur kerja internal.
Catatan untuk Indonesia
Operator seluler memegang data jutaan pelanggan. Ketika sistem intinya berjalan di cloud milik perusahaan asing, pertanyaan soal lokasi data, kepatuhan UU Pelindungan Data Pribadi, dan ketergantungan pada satu vendor menjadi wajar. Di saat yang sama, pemerintah dan BUMN sedang mendorong infrastruktur AI berdaulat, misalnya lewat TelkomGroup dan Danantara. Keduanya akan berjalan berdampingan: operator butuh efisiensi sekarang, negara ingin kendali jangka panjang.
Catatan kami: angka migrasi dan jumlah fungsi berasal dari klaim Tencent di acaranya sendiri, dan berita ini hanya bersumber dari satu media.



