Mau tahu kereta dari Gambir ke Pekalongan jam berapa, tengah malam? PT Kereta Api Indonesia (Persero) kini punya Kaila, asisten virtual berbasis AI yang bisa ditanya kapan saja.

Apa yang bisa dilakukan Kaila

Menurut laporan VOI, Direktur Komersial KAI Dendy Kurniawan memperkenalkan Kaila di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Kaila terintegrasi dengan layanan pelanggan KAI121, sehingga informasi perjalanan tidak lagi bergantung pada jam kerja petugas.

Saat ini Kaila menyajikan:

  • jadwal keberangkatan,
  • rute perjalanan,
  • kelas kereta yang tersedia, termasuk kereta panoramic dan kelas luxury, secara real time.

"Kaila ini adalah chatbot yang akan menyediakan semua informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait dengan kereta api Indonesia, sampai nanti akhirnya bisa membantu untuk melakukan pemesanan," kata Dendy. Artinya, fitur pemesanan tiket lewat Kaila belum tersedia saat peluncuran.

Pelan-pelan, sambil mengumpulkan data

KAI mengakui Kaila akan dikembangkan bertahap. "Pelan-pelan ya, supaya nanti betul-betul bisa interaktif," kata Dendy. Ia juga menyebut Kaila menjadi sarana KAI menghimpun data perilaku konsumen secara lebih lengkap untuk mengembangkan layanan.

Bersamaan dengan Kaila, KAI memperkenalkan beberapa produk komersial: perjalanan superpremium Nusantara Explorer, Warteg on Train, program Extra Seat 50 Persen untuk membeli kursi kosong di sebelah dengan diskon, dan Rame Deals untuk memesan satu kereta penuh bagi rombongan.

Yang perlu diperhatikan pengguna

Chatbot layanan pelanggan biasanya lebih aman dari halusinasi dibanding chatbot umum karena jawabannya ditarik dari data jadwal resmi. Tetapi tetap ada dua hal yang layak diperhatikan:

  1. Cek ulang sebelum berangkat. Untuk keputusan penting seperti jam keberangkatan, cocokkan dengan aplikasi Access by KAI atau tiket Anda. Komdigi juga baru saja mengingatkan bahwa chatbot bisa salah.
  2. Data percakapan. KAI terbuka bahwa percakapan dipakai untuk memahami perilaku pelanggan. Hindari membagikan data pribadi yang tidak perlu, dan wajar jika publik menanti penjelasan KAI soal perlindungan data sesuai UU PDP.

Catatan kami: laporan belum menjelaskan kanal mana saja yang memuat Kaila (aplikasi, WhatsApp, atau situs) dan model AI apa yang dipakai. Berita ini hanya bersumber dari satu media.

Sumber