Kebanyakan chatbot AI populer dibuat di luar negeri. Mereka cukup lancar berbahasa Indonesia, tapi sering tersandung saat bertemu singkatan, bahasa gaul, apalagi bahasa daerah. GoTo, induk Gojek dan Tokopedia, mencoba menjawab masalah itu dengan model AI buatan sendiri yang bisa dipakai siapa saja secara gratis.
Apa yang dirilis
Menurut Bloomberg Technoz, GoTo meluncurkan model bahasa besar (large language model atau LLM) berukuran 27 miliar parameter di ajang Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali, Senin, 19 Oktober 2026. Model ini memahami bahasa Indonesia serta beberapa bahasa daerah: Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Model ini bersifat open-source, artinya bisa diunduh, dipakai, dan dikembangkan publik tanpa biaya. GoTo menyasar startup, universitas, peneliti, pelaku usaha, dan instansi pemerintah.
"Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI buatan luar negeri dengan baik. Namun, kita juga perlu mengembangkan AI buatan sendiri untuk menjawab tantangan dan kebutuhan lokal," kata CEO Grup GoTo Hans Patuwo.
Apa artinya "27 miliar parameter"
Parameter bisa dibayangkan sebagai "sambungan saraf" di dalam otak AI. Makin banyak, biasanya makin pintar, tapi juga makin berat dijalankan. Ukuran 27 miliar tergolong menengah: cukup mampu untuk tugas bahasa yang rumit, tetapi menurut GoTo masih bisa dijalankan sendiri di server kampus, startup, atau instansi publik tanpa pusat data raksasa.
Ini penting karena data tidak harus dikirim ke server di luar negeri. Kampus atau instansi bisa menjalankan model di mesin sendiri.
Dilatih dengan data lokal
Menurut Bali Prawara, model ini dilatih dengan teks berbahasa Indonesia dari mitra media dan situs sektor publik. Untuk bahasa Batak, GoTo bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) mengumpulkan data penggunaan bahasa saat ini. GoTo juga melibatkan mahasiswa magang dari tujuh universitas, dari Sumatera hingga Sulawesi, termasuk Universitas Udayana. GoTo mengklaim modelnya meraih skor tertinggi untuk setiap bahasa daerah yang diuji dibanding model open-source sekelas.
Di akun Hugging Face resmi GoTo, kini tercantum model 27 miliar parameter bernama gemma3-27b-cpt-gotoai-v3-instruct. Sebelumnya, GoTo dan Indosat juga merilis keluarga model Sahabat-AI, yang kini bisa diakses lewat layanan seperti Intelligence Suite Indosat.
Kenapa penting untuk Indonesia
Indonesia punya ratusan bahasa daerah, dan jutaan orang lebih nyaman berbicara dalam bahasa ibunya. AI yang paham bahasa Jawa atau Batak bisa membuka banyak kemungkinan: asisten layanan publik di daerah, alat bantu belajar di sekolah, sampai pelestarian bahasa.
Ada juga alasan ekonomi. Dalam wawancara dengan The Business Times bulan lalu, Hans Patuwo menyebut biaya AI dari penyedia luar negeri dibayar dalam dolar AS, sementara pendapatan GoTo dalam rupiah. Model sendiri yang lebih kecil bisa menekan biaya itu.
Yang perlu dicermati
Model gratis tidak otomatis siap pakai. Anda tetap perlu server dengan kartu grafis yang memadai dan tim yang paham cara menjalankannya. Klaim skor tertinggi juga sebaiknya diuji sendiri sesuai kebutuhan Anda. Peluncuran ini sejalan dengan semangat "AI berdaulat" yang juga diusung di AI Impact Summit KORIKA, bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026.
Sumber
- Bloomberg Technoz, "GoTo Rilis LLM Open-Source, Perkuat Kapabilitas AI Indonesia": https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124970/goto-rilis-llm-open-source-perkuat-kapabilitas-ai-indonesia
- Bali Prawara, "GoTo Rilis AI 27 Miliar Parameter untuk Bahasa Indonesia dan Daerah": https://baliprawara.com/goto-rilis-ai-27-miliar-parameter-untuk-bahasa-indonesia-dan-daerah/
- The Business Times, "'Not trying to solve world hunger': GoTo takes pragmatic approach to AI": https://www.businesstimes.com.sg/companies-markets/not-trying-solve-world-hunger-goto-takes-pragmatic-approach-ai
- Hugging Face, akun GoToCompany: https://huggingface.co/GoToCompany



