Persaingan menarik investasi AI di Asia Tenggara makin ketat. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut ada investor global yang memilih Malaysia untuk investasi bernilai US$50 miliar.

Apa yang dikatakan Anwar

Menurut The Star yang mengutip Bernama, Anwar menyampaikan hal ini di Melaka saat peluncuran program NCLAP30. Ia mengatakan investor tersebut berencana menanam sekitar US$50 miliar (sekitar RM204,3 miliar) di bidang AI, teknologi baru, dan pusat data, di Kuching (Sarawak) dan Semenanjung Malaysia.

Rencana itu, kata Anwar, disampaikan kepadanya lewat konferensi video pada Selasa sebelumnya. Ia menyebutnya sebagai salah satu investasi terbesar di kawasan.

Anwar juga ingin Malaysia tidak hanya kuat di segmen back-end (perakitan dan pengujian), tetapi naik ke segmen tengah dan front-end yang bernilai tambah lebih tinggi.

Catatan penting

  • Nama investor tidak disebutkan. Belum ada konfirmasi dari pihak investor.
  • Belum ada rincian jadwal, porsi untuk tiap lokasi, maupun bentuk investasinya.

Artinya, angka US$50 miliar ini masih berupa pernyataan pemerintah Malaysia, belum komitmen yang bisa diverifikasi secara terbuka.

Kenapa penting untuk Indonesia

Malaysia, Thailand, dan Indonesia sama-sama berlomba menarik investasi data center dan AI. Malaysia juga terus menyiapkan kebijakan pendukung, misalnya rencana pusat komando nasional AI dan larangan memakai data publik untuk melatih AI. Di dalam negeri, pemerintah sedang menyiapkan aturan dan syarat dasar data center, dari listrik sampai air, termasuk rencana menyelaraskan energi dan pusat data hingga Indonesia Timur.

Bagi pembaca, kabar seperti ini layak diikuti dengan kritis: tunggu pengumuman resmi siapa investornya dan kapan proyeknya mulai.

Sumber