Negeri jiran sedang menggeser ambisi kota pintarnya ke level berikutnya. Malaysia berencana membangun pusat komando nasional yang memakai AI untuk memantau situasi dan membantu pengambilan keputusan pemerintah.
Apa yang terjadi
Dalam jawaban tertulis ke parlemen pada 15 Oktober 2026, Kementerian Digital Malaysia menjelaskan bahwa pusat komando ini adalah komponen kunci Malaysia AI City Initiative. Inisiatif tersebut memperkuat infrastruktur kota pintar yang sudah ada dengan data dan AI, sejalan dengan aspirasi AI Nation 2030.
Pusat komando itu dirancang memberi gambaran nasional secara real time, ditambah analitik prediktif, perkiraan risiko, dan rekomendasi rencana aksi bagi pengambil keputusan. Menurut kementerian, tujuannya membangun kemampuan pemerintah untuk mengamati, memahami, dan mengantisipasi perkembangan di seluruh negeri lewat satu platform terpadu.
Tahap pertama, 2026 hingga 2027, berupa proyek uji konsep di Kuala Lumpur, Putrajaya, dan sekitarnya. Fokusnya tiga bidang: mobilitas dan lalu lintas, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan kota dan ekonomi sirkular.
Malaysia juga menyiapkan National AI Marketplace, semacam sandbox bagi industri, akademisi, dan instansi pemerintah untuk mengembangkan serta menguji model AI dengan dataset yang sudah disetujui dan aman.
Kenapa penting untuk Indonesia
Indonesia punya banyak program kota pintar dan pusat kendali di tingkat daerah. Langkah Malaysia menunjukkan satu arah: menyatukan data lintas kota ke level nasional dan menambahkan lapisan AI untuk prediksi.
Satu poin yang patut dicermati adalah soal akuntabilitas. Kementerian Digital Malaysia menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat penasihat dan pendukung keputusan. Kewenangan akhir dan tanggung jawab operasional tetap di tangan instansi pemerintah. Prinsip ini relevan dengan pembahasan Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial di Indonesia, yang menekankan transparansi dan akuntabilitas.
Ide sandbox data juga menarik. Akses ke dataset yang aman dan disetujui sering menjadi hambatan bagi peneliti dan startup AI, termasuk di Indonesia.
Konteks
Inisiatif ini lahir dari arahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada 10 April untuk beralih dari pengembangan kota pintar tradisional ke kerangka AI City. Kementerian menegaskan kerangka baru tidak menggantikan program kota pintar yang berjalan, melainkan dibangun di atasnya, bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Pemerintah Daerah serta PLANMalaysia.
Implementasinya akan berlandaskan protokol berbagi data yang aman. Jawaban parlemen itu tidak menyebut anggaran maupun target tanggal operasional pusat komando.