Perusahaan perangkat lunak open source Red Hat membuka pusat keunggulan AI (AI Centre of Excellence/CoE) untuk kawasan Asia Pasifik di Singapura. Tujuannya membantu organisasi yang masih sebatas mencoba AI agar benar-benar bisa memakainya dalam operasional sehari-hari.

Apa yang diumumkan

Menurut siaran pers Red Hat, Red Hat's APAC AI Centre of Excellence didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB). Pusat ini disebut akan membantu organisasi beralih "dari eksperimen AI menuju penerapan produksi" dengan teknologi open source dan keahlian teknik Red Hat.

Menurut Red Hat, ada dua jalur kerja:

  1. Membangun arsitektur perangkat lunak yang bisa dipakai ulang untuk masalah yang umum di berbagai industri.
  2. Menyumbang kode langsung ke proyek open source hulu (upstream), misalnya untuk kebutuhan penerapan sistem, optimasi runtime, dan pengelolaan platform.

Pusat ini berisi tim insinyur, forward-deployed engineer (insinyur yang bekerja langsung di lingkungan pelanggan), arsitek, dan manajer proyek. Red Hat juga menyebut CoE akan mendukung pengembangan keterampilan seperti rekayasa perangkat lunak, otomasi, pengembangan cloud-native, dan DevSecOps bagi pelanggan dan mitranya.

Kolaborasi dengan lembaga pertahanan Singapura

Mitra pertama yang disebut adalah Defence Science and Technology Agency (DSTA) Singapura. Menurut Red Hat, keduanya akan menjajaki dan mengembangkan bersama solusi AI dan cloud-native, termasuk komputasi awan, modernisasi aplikasi, dan edge computing, yang dapat diterapkan DSTA untuk kebutuhan pertahanan.

Red Hat juga menyebut pusat ini sejalan dengan Strategi AI Nasional Singapura.

Konteks: Singapura makin jadi hub AI

Langkah Red Hat menambah daftar perusahaan teknologi yang memperkuat kehadiran AI di Singapura. Sebelumnya, kami membahas Anthropic yang membuka kantor di Singapura dan kolaborasi Google DeepMind dengan GovTech Singapura untuk mendeteksi penipuan.

Perlu dicatat, informasi di artikel ini berasal dari siaran pers perusahaan. Red Hat tidak menyebutkan nilai investasi, jumlah staf, atau daftar pelanggan selain DSTA.

Kenapa penting bagi Anda

Banyak perusahaan di Indonesia juga terjebak di tahap uji coba (pilot) AI dan belum sampai ke tahap produksi. Pusat seperti ini menunjukkan bahwa tantangannya sering bukan modelnya, melainkan infrastruktur, keamanan, dan keterampilan tim.

Red Hat menyebut ingin melayani pelanggan di seluruh Asia Pasifik dari Singapura. Bagi tim TI di Indonesia, ini bisa berarti akses lebih dekat ke dukungan teknis. Di sisi lain, ini juga menjadi pengingat bahwa pusat keahlian AI regional masih cenderung berkumpul di Singapura, bukan di Jakarta.

Sumber