Vietnam kembali aktif menarik mitra riset AI dari luar negeri. Kali ini, program riset AI besar dari Swedia datang ke Hanoi untuk menjajaki kerja sama.

Siapa WASP

Menurut Market Times (Vietnam), Wallenberg AI, Autonomous Systems and Software Program (WASP) adalah program riset Swedia dengan total anggaran sekitar US$720 juta untuk periode 2015-2034. Fokusnya AI, sistem otonom, dan perangkat lunak.

Pada 22 Oktober, Pusat Inovasi Nasional Vietnam (NIC) di bawah Kementerian Keuangan, bersama Kedutaan Besar Swedia, mengadakan pertemuan dengan delegasi WASP di Hanoi.

Apa yang dibahas

Perwakilan WARA Media & Language dari Universitas Lund memaparkan model kerja sama peneliti dan industri dalam WASP: infrastruktur riset bersama, berbagi data, evaluasi model, dan dukungan teknis. Topik risetnya antara lain AI multimodal, AI interaktif, serta avatar AI yang bisa berinteraksi lewat teks, suara, dan gambar. Ada juga platform riset bersama Media AI Hub untuk aplikasi AI di pendidikan, kesehatan, keuangan, dan layanan pelanggan.

Diskusi melibatkan perwakilan Ericsson Vietnam, ABB Robotics Vietnam, serta lembaga riset dan kampus Vietnam seperti Universitas Sains dan Teknologi Hanoi dan Universitas Nasional Vietnam. Selama kunjungan, delegasi juga dijadwalkan bertemu pemerintah Provinsi Ninh Binh dan perusahaan seperti FPT. Menurut sumber, pertemuan ini masih tahap penjajakan; belum ada kesepakatan atau nilai kerja sama yang diumumkan.

Pelajaran untuk Indonesia

Polanya menarik: Vietnam memakai satu lembaga, NIC, sebagai penghubung antara pemerintah, kampus, perusahaan, dan mitra asing. Indonesia juga punya banyak kampus dan startup AI, tetapi kolaborasi riset internasional sering berjalan sendiri-sendiri. Model "satu pintu" seperti ini bisa mempercepat hasil riset masuk ke industri. Kerja sama riset lintas negara juga mulai terlihat di kawasan, misalnya lab AI Uni Eropa-Filipina.

Bagi Anda yang peneliti atau mahasiswa, program seperti WASP layak dipantau untuk peluang kolaborasi atau beasiswa riset.

Sumber