Lagu yang dibuat dengan bantuan AI, siapa pemilik hak ciptanya? Apakah karya musisi boleh dipakai melatih AI tanpa izin? Pertanyaan seperti ini mulai masuk ke ruang legislasi lewat Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, salah satu babak baru regulasi AI Indonesia.
AI sebagai sarana, manusia sebagai penentu
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI berkunjung ke Denpasar, Bali, Senin (26/10/2026), untuk menyerap aspirasi soal penyusunan RUU Hak Cipta. Menurut situs resmi DPR, Ketua Baleg Bob Hasan menyatakan AI harus diadopsi dalam pengaturan, dengan cara pandang bahwa AI adalah "sarana dan prasarana".
Bob Hasan menekankan aspek manusia tetap penting dalam menentukan arah kreativitas. Menurutnya, AI sebagai objek hukum adalah fasilitas yang penggunaannya ditentukan manusia. Karena itu, aturan perlu memperjelas kedudukan pencipta, penggunaan karya, dan hak yang timbul dari suatu ciptaan.
Tiga isu AI yang perlu dikaji
Dari penjelasan DPR, ada tiga isu AI yang disebut perlu dikaji cermat:
- Kontribusi manusia dalam karya yang dibuat dengan bantuan AI.
- Penggunaan karya sebagai bahan atau data latih sistem AI.
- Pemanfaatan hasil yang dihasilkan teknologi.
Tujuannya agar AI tidak mengaburkan perlindungan hak ekonomi, hak moral, dan hak eksklusif pencipta.
Suara dari Bali
Pemangku kepentingan seni dan budaya di Bali meminta RUU ini juga menjamin pembagian manfaat ekonomi yang adil, khususnya atas ekspresi budaya tradisional. Aspirasi mereka mencakup kemudahan pencatatan hak cipta, pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), perlindungan karya di ruang digital, serta pengaturan pemakaian karya sebagai data pelatihan AI. Maestro seni pertunjukan Prof. I Made Bandem mendorong LMK Kesenian Bali agar royalti bisa dihimpun dan disalurkan.
Posisinya dalam regulasi AI Indonesia
RUU Hak Cipta masih tahap penyerapan aspirasi; belum ada draf pasal AI yang dipublikasikan. Di jalur lain, dua Perpres AI (peta jalan dan etika) disebut tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Sebagai pembanding, Malaysia sudah melarang data publik dipakai melatih AI dan kini menyusun RUU Tata Kelola AI.
Apa artinya bagi kreator
Untuk sekarang, simpan bukti proses kreatif Anda (draf, file proyek, catatan) jika memakai alat AI. Itu bisa jadi penting ketika aturan soal "kontribusi manusia" ditetapkan. Pantau juga proses RUU ini dan manfaatkan ruang konsultasi publik.



