Memotret menu lalu bertanya ke AI, mengirim pesan suara, atau mengunggah PDF untuk diringkas: orang Indonesia ternyata termasuk yang paling rajin memakai AI lewat berbagai format.

Peringkat dua dari 27 pasar

Menurut laporan Bisnis.com, Ericsson ConsumerLab menempatkan Indonesia di peringkat kedua dari 27 pasar dalam pemakaian AI multimodal, setelah Tiongkok. Sebanyak 22% konsumen Indonesia memakai AI multimodal setiap hari, yaitu berinteraksi lewat teks, gambar, video, suara, hingga dokumen.

Laporan berjudul An Agentic Life: How Consumer AI Usage is Shaping Future Network Needs ini didasarkan pada survei terhadap lebih dari 43.000 pengguna smartphone berusia 15–69 tahun di 27 pasar, dengan pengumpulan data pada Juni–Agustus 2025 dan Februari–Maret 2026.

Angka lain yang menarik

  • Pada kelompok AI super users, waktu respons AI menyumbang sekitar 20% kepuasan terhadap jaringan, dibanding 8% pada pengguna smartphone umum.
  • 59% pengguna AI harian di Indonesia sangat khawatir terhadap asisten AI palsu yang bertindak atas nama mereka.
  • Pemakaian agen AI (agentic AI) diproyeksikan naik dari 8% saat ini menjadi 44% pada 2030.
  • Proporsi pengguna intensif AI multimodal diperkirakan mencapai 45% pada 2030, dibanding 30% secara global.
  • 35% konsumen Indonesia diproyeksikan memakai AI lewat perangkat selain ponsel, termasuk kacamata pintar, pada 2030.

Kenapa jaringan jadi soal

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menyebut AI yang makin beragam menuntut jaringan cepat, responsif, dan andal. Agen AI yang bekerja di latar belakang butuh latensi rendah dan kapasitas unggah (uplink) yang memadai, terutama di kota padat dan lokasi acara.

Catatan kami: Ericsson adalah vendor jaringan, jadi kesimpulan "butuh jaringan lebih baik" juga sejalan dengan bisnisnya. Angka proyeksi 2030 adalah perkiraan, bukan hasil pengukuran.

Apa artinya bagi Anda

Kekhawatiran soal asisten AI palsu itu beralasan. Saat agen AI mulai bisa berbelanja atau memesan atas nama Anda, periksa izin akses yang diberikan dan aktifkan konfirmasi sebelum transaksi. Lihat juga tren serupa: konsumen Asia Tenggara makin percaya agen belanja AI.

Sumber