Banyak perusahaan sudah mencoba AI, tetapi berhenti di tahap uji coba. NCS, perusahaan TI milik Singtel, membuka pusat baru di Singapura khusus untuk menyeberangkan proyek AI dari proof of concept ke pemakaian skala penuh.

Apa yang diumumkan

Menurut CNA, NCS membuka AI Mission Centre di Ang Mo Kio pada Kamis (29/10/2026). Perusahaan akan menambah insinyur AI yang ditempatkan langsung di tim klien (forward-deployed engineers) dari 100 menjadi lebih dari 300 dalam dua tahun, lewat pelatihan ulang karyawan dan rekrutmen baru.

CEO NCS Sam Liew mengatakan para insinyur ini akan masuk ke domain bisnis klien, memahami masalahnya, dan merombak proses inti, dengan tujuan klien akhirnya bisa mengelola solusinya sendiri. Hambatan yang ia sebut: sistem lama (legacy) dan data yang tidak konsisten.

NCS juga meneken tiga MoU:

  • Changi Airport Group: memperluas iFerret, sistem pengawasan landasan berbasis AI yang bisa mendeteksi benda asing sekecil 4 cm di landasan sepanjang sekitar 4 km.
  • Institute of Mental Health: uji coba pengenalan wajah untuk identifikasi pasien rawat inap, sejauh ini melibatkan 180 pasien di empat bangsal, dan akan diperluas ke seluruh 50 bangsal.
  • Life3 Biotech: pengembangan solusi berbasis AI (rinciannya tidak dijelaskan dalam laporan).

Pesan Josephine Teo

Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, mengatakan negara atau kota mana pun bisa membuat strategi AI dengan mudah. "ChatGPT bisa melakukannya untuk Anda," katanya. Yang sulit adalah bias for action: membangun hal yang nyata. Ia menyebut empat hal yang menentukan: infrastruktur (data center, jaringan, komputasi), perusahaan yang berani mencoba, orang yang terampil, serta kebijakan dan program pendukung.

Pelajaran untuk Indonesia

Model forward-deployed engineer menjawab masalah yang juga umum di Indonesia: banyak BUMN dan perusahaan punya pilot AI, tetapi sedikit yang sampai ke produksi. Kritik Teo juga relevan: Indonesia sudah punya dokumen strategi dan Peta Jalan AI 2029, sementara pekerjaan beratnya ada di infrastruktur dan talenta, seperti yang sedang dikejar lewat National AI Data Center Hub Telkom.

Satu catatan etis: pengenalan wajah untuk pasien kesehatan jiwa adalah pemakaian sensitif. Di Indonesia, pemrosesan data biometrik dan kesehatan termasuk data pribadi spesifik menurut UU PDP.

Sumber