Hampir setiap proyek konstruksi dan pabrik sudah punya CCTV, tetapi rekamannya jarang dipantau terus-menerus. Startup Singapura Ailytics mengubah kamera itu menjadi pengawas keselamatan berbasis AI, dan kini mendapat dana baru untuk ekspansi.
Pendanaan
Menurut pengumuman perusahaan dan laporan KrASIA serta DealStreetAsia, Ailytics meraih US$7,4 juta dalam putaran Seri A yang dipimpin Tin Men Capital. Ikut serta SEEDS (bagian dari SG Growth Capital), Safie (perusahaan kamera cloud asal Jepang), salah satu perusahaan konstruksi besar Jepang, family office, dan investor lama.
Sebelumnya, Ailytics meraih US$2,7 juta pada putaran pra-Seri A April 2024, juga dipimpin Tin Men Capital. Ailytics dan Safie meneken MoU pada April 2026.
Cara kerjanya
Perangkat lunak Ailytics menganalisis rekaman CCTV industri yang sudah ada untuk mendeteksi risiko keselamatan, pelanggaran kepatuhan (misalnya pekerja tanpa alat pelindung), dan efisiensi operasi. Perusahaan menyebut platformnya juga memakai kemampuan vision language model.
Klaim perusahaan: lebih dari 400 penerapan di 15 negara, dan pelanggan melaporkan penurunan insiden tercatat 73% serta 84% lebih sedikit pelanggaran keselamatan. Angka ini berasal dari Ailytics sendiri dan belum diverifikasi independen.
Rencana ke depan
Dana baru dipakai memperkuat tim di Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan kawasan Teluk, mengembangkan model AI khusus industri, serta masuk ke manufaktur, logistik, minyak dan gas, maritim, dan pertambangan.
Sudut Indonesia
Indonesia punya sektor konstruksi, pertambangan, dan manufaktur besar dengan tantangan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Indonesia tidak disebut dalam rencana ekspansi Ailytics, tetapi pendekatannya, memanfaatkan CCTV yang sudah ada alih-alih membeli perangkat baru, bisa ditiru startup lokal. Isu yang perlu diperhatikan: privasi pekerja dan aturan perlindungan data pribadi saat rekaman dianalisis AI.
Apa artinya bagi Anda
Jika Anda mengelola proyek atau pabrik, AI analitik video kini makin terjangkau karena tidak selalu perlu kamera baru. Pastikan pekerja diberi tahu dan data rekaman dikelola sesuai UU PDP.



