Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan dua hal bagi insan pers di era kecerdasan artifisial: tingkatkan keterampilan digital, dan jangan lupakan pelindungan hak pekerja pers.
Pesan itu ia sampaikan dalam sambutan pada peringatan HUT ke-27 Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), seperti diberitakan ANTARA pada 2 November 2026.
AI sebagai alat bantu
"Kecerdasan artifisial membuka banyak peluang, seperti membantu mengolah informasi, mempercepat pekerjaan, dan menghadirkan cara-cara baru dalam berkarya. Namun, dalam dunia jurnalistik, integritas, verifikasi, nurani, dan tanggung jawab kepada publik tetap berada sepenuhnya di tangan jurnalis," kata Afriansyah.
Ia menyebut sejumlah tantangan AI bagi industri media:
- disinformasi,
- potensi turunnya akurasi pemberitaan,
- perlindungan data,
- perubahan pola kerja yang menuntut kompetensi baru.
Sisi ketenagakerjaan
Sebagai pejabat Kemnaker, Afriansyah juga mengingatkan bahwa transformasi digital tidak boleh mengabaikan hak-hak dasar pekerja pers. Perubahan dunia kerja, menurutnya, harus diimbangi pelindungan ketenagakerjaan dan kesempatan kerja yang inklusif.
Kenapa ini relevan
Ruang redaksi di Indonesia sudah memakai AI untuk transkripsi, terjemahan, ringkasan, dan bahkan penulisan ulang berita. Sebagian situs menulis ulang artikel media lain dengan AI dan menerbitkannya dalam hitungan menit. Di sisi lain, sejumlah media besar, termasuk ANTARA, kini mencantumkan larangan crawling konten untuk AI tanpa izin, sejalan dengan tren global penolakan pelatihan AI (baca di sini).
Pernyataan Wamenaker belum disertai kebijakan konkret, misalnya pelatihan untuk jurnalis atau aturan soal pekerja media yang terdampak otomatisasi. Namun isu ini makin mendesak, karena pekerjaan level pemula seperti penulis konten termasuk yang paling cepat tergerus AI di kawasan (baca di sini).
Transparansi ayoai.id: kami memakai alat AI untuk membantu riset dan penyusunan draf. Setiap artikel merujuk sumber yang kami cantumkan, dan kami menandai jika sumbernya terbatas.



