Agoda meluncurkan Agoda AI Assistant di 21 negara, termasuk Indonesia. Perusahaan menyebutnya sebagai pengalaman pemesanan baru pertama dalam lebih dari 20 tahun: alih-alih mengisi formulir pencarian, pengguna cukup mengobrol, lalu asisten membantu merencanakan sekaligus memesan perjalanan.

Menurut rilis yang diberitakan Eksekutif.com pada 31 Oktober 2026, asisten ini sudah diuji dalam versi beta sejak September.

Apa yang bisa dilakukan

  • Merencanakan dan memesan dalam satu percakapan. Misalnya: "Liburan 4 hari ke Labuan Bajo bulan Desember, budget menengah, suka snorkeling." Asisten menyusun pilihan hotel, penerbangan, dan aktivitas.
  • Katalog besar. Agoda menyebut lebih dari 6 juta akomodasi, 130 ribu rute penerbangan, dan 300 ribu aktivitas.
  • Mengingat preferensi. Asisten bisa mengingat kebiasaan pengguna, misalnya tipe kamar atau maskapai favorit.
  • Satu tampilan rencana perjalanan. Semua pilihan dikumpulkan dalam satu trip planner.
  • Pencarian web. Untuk pertanyaan di luar katalog, misalnya cuaca atau acara lokal.

Agoda menyebut pengguna beta cenderung memesan lebih banyak paket gabungan (misalnya hotel plus penerbangan).

Model AI di baliknya

Agoda menggunakan model dari OpenAI, ditambah Gemini dari Google dengan fitur Google Maps Grounding untuk rekomendasi restoran dan tempat. Grounding berarti jawaban model dikaitkan dengan data Google Maps, sehingga kemungkinan "mengarang" tempat yang tidak ada lebih kecil.

CEO Agoda Omri Morgenshtern menyebut asisten ini sebagai cara baru orang merencanakan perjalanan, dari sekadar mencari menjadi berbincang.

Persaingan agen AI di sektor perjalanan

Langkah ini bagian dari tren yang lebih besar: perusahaan teknologi berlomba membuat agen AI yang bisa bertindak atas nama pengguna. Meta, misalnya, sudah menguji agen pribadi Muse di Singapura yang terhubung ke layanan seperti Shopee, Grab, dan Agoda (baca di sini). Bedanya, Agoda memilih membangun asistennya sendiri agar pengguna tetap berada di aplikasinya.

Catatan untuk pengguna Indonesia

  • Cek ulang sebelum membayar. Model AI bisa keliru soal tanggal, harga, atau kebijakan pembatalan. Pastikan detail di halaman pembayaran sesuai.
  • Pahami soal "ingatan". Fitur yang mengingat preferensi berarti data perjalanan Anda disimpan. Periksa pengaturan privasi, dan ingat bahwa UU PDP memberi Anda hak untuk mengakses dan menghapus data pribadi.
  • Bahasa. Rilis tidak merinci kualitas percakapan dalam bahasa Indonesia, jadi wajar jika ada jawaban yang terasa kaku.

Catatan redaksi: informasi dalam artikel ini berasal dari rilis perusahaan yang dimuat Eksekutif.com. Kami belum menguji fitur ini secara langsung.

Sumber