Pernah ditelepon bank untuk diingatkan cicilan yang hampir jatuh tempo? Ke depan, suara di ujung telepon itu bisa jadi bukan petugas, melainkan kecerdasan buatan. Itulah yang mulai diterapkan Bank BTN bersama perusahaan teknologi komunikasi Jasnita.

Apa yang terjadi

PT Jasnita Telekomindo Tbk (kode saham JAST) mengumumkan kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN pada Jumat, 16 Oktober 2026, seperti dilaporkan Pasardana. Jasnita menyediakan AI Talkbot untuk mendukung layanan desk collection BTN, yaitu bagian yang menghubungi nasabah soal kewajiban pembayaran.

AI Talkbot akan menelepon nasabah secara otomatis untuk menyampaikan pengingat pembayaran dan informasi tanggal jatuh tempo.

Apa bedanya dengan telepon rekaman biasa

Kita mungkin sudah akrab dengan telepon otomatis yang hanya memutar rekaman suara. Menurut Jasnita, AI Talkbot berbeda karena dirancang untuk percakapan suara, sehingga penyampaiannya lebih alami, tetapi tetap mengikuti skenario layanan yang sudah ditentukan bank.

Jasnita juga menekankan bahwa produk ini dikembangkan tim internalnya sendiri, mulai dari aplikasi, alur bisnis, skenario percakapan, sampai integrasi sistem. "Kami terus memperkuat kapabilitas internal agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan solusi," kata Direktur Utama JAST Yentoro.

AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia

Jasnita menyebut pendekatannya sebagai model hybrid. Tugas yang berulang dan polanya jelas, seperti pengingat jatuh tempo, ditangani AI. Sementara kasus yang butuh analisis, negosiasi, atau pendekatan khusus tetap diteruskan ke petugas yang berwenang.

Kenapa penting untuk Indonesia

BTN dikenal sebagai bank utama untuk kredit pemilikan rumah (KPR), dengan nasabah yang sangat banyak. Menghubungi mereka satu per satu tentu memakan banyak tenaga. Kerja sama ini menunjukkan AI di Indonesia sudah keluar dari tahap uji coba dan masuk ke layanan sehari-hari yang menyentuh nasabah langsung.

Yang juga menarik, solusinya dibuat oleh perusahaan lokal. Ini contoh kecil bahwa perusahaan Indonesia bisa menjadi pembuat, bukan sekadar pemakai, teknologi AI.

Yang perlu dicermati

Bagi nasabah, beberapa pertanyaan wajar muncul: apakah kita akan diberi tahu bahwa yang menelepon adalah AI, dan seberapa mudah meminta disambungkan ke petugas manusia. Selain itu, karena modus penipuan lewat telepon yang mengatasnamakan bank masih marak, tetap biasakan untuk tidak memberikan PIN, OTP, atau kata sandi kepada siapa pun yang menelepon, entah manusia atau mesin.

Sumber

  • Pasardana, "JAST Gandeng Bank BTN, AI Talkbot Siap Otomatisasi Layanan Penagihan": https://pasardana.id/news/2026/10/16/jast-gandeng-bank-btn-ai-talkbot-siap-otomatisasi-layanan-penagihan