Perusahaan yang ingin memakai AI sering bingung memilih: model mana yang paling cocok, berapa biayanya, dan di mana datanya disimpan. Indosat Ooredoo Hutchison dan perusahaan keamanan aplikasi F5 menawarkan jawaban lewat satu platform.

Apa yang terjadi

Pada 15 Oktober 2026, Indosat dan F5 meluncurkan Indosat Intelligence Suite. Platform ini disebut sebagai "pabrik kecerdasan" yang memberi perusahaan akses ke infrastruktur dan model AI secara fleksibel, aman, dan terkelola, untuk pasar Asia Tenggara dan sekitarnya.

Intinya, perusahaan tidak perlu berlangganan ke banyak penyedia satu per satu. Platform ini menyatukan model AI terbuka dan tertutup dalam satu antarmuka, termasuk Sahabat-AI, model berbahasa Indonesia yang di-host Indosat, serta berbagai model global. Sistemnya juga bisa mengarahkan tiap pekerjaan ke model yang paling pas berdasarkan biaya, kualitas, dan kecepatan respons.

F5 mengurus lapisan keamanan dan optimasi infrastruktur, termasuk perlindungan terhadap daftar risiko OWASP Top 10 untuk model bahasa besar. Pilihan pembayarannya meliputi Pay as You Go, Unified Enterprise Credit, dan kapasitas khusus (Dedicated Capacity). Pada tahap awal, platform ini menargetkan 50 bisnis dan organisasi.

Latar belakangnya, menurut studi McKinsey dan Singapore Economic Development Board tahun 2026 yang dikutip Medcom, 81% perusahaan di enam pasar utama Asia Tenggara sudah beralih dari tahap eksperimen ke perluasan penerapan AI. Begitu AI dipakai lebih luas, muncul persoalan baru: kinerja, kedaulatan data, kepastian biaya, dan keamanan.

Berapa banyak modelnya?

Medcom dan siaran pers F5 menyebut lebih dari 300 model. Namun situs resmi Intelligence Suite merinci 100 lebih model saat peluncuran, dengan 300 lebih sebagai target di peta jalan. Jadi, angka 300 sebaiknya dibaca sebagai rencana, bukan katalog yang sudah tersedia penuh hari ini.

Kenapa penting untuk Indonesia

Ada dua hal yang membuat peluncuran ini relevan.

Pertama, soal kedaulatan data. Menurut F5, untuk organisasi yang punya kewajiban penyimpanan data di dalam negeri, pekerjaan di Sahabat-AI dan model yang di-host Indosat bisa diproses di Indonesia. Aturan internal perusahaan lalu menentukan pekerjaan mana yang boleh dikirim ke model global. Ini penting bagi sektor yang diatur ketat seperti perbankan, kesehatan, dan pemerintahan.

Kedua, soal panggung bagi model lokal. Sahabat-AI kini duduk dalam satu katalog dengan model-model global. Perusahaan bisa membandingkan langsung dan memilih model berbahasa Indonesia ketika memang lebih cocok, misalnya untuk layanan pelanggan dalam bahasa daerah.

Bagi perusahaan menengah, model berlangganan ini juga menurunkan hambatan masuk. Mereka bisa mencoba AI tanpa membeli GPU sendiri atau merekrut tim infrastruktur besar.

Yang perlu dicermati

Dengan target awal 50 organisasi, platform ini masih di tahap awal. Ujian sesungguhnya adalah apakah harga, keandalan, dan kontrol data cukup meyakinkan bagi sektor yang paling sensitif.

Sumber

  • Medcom.id, "Akselerasi Adopsi AI di Asia, Indosat dan F5 Gelar Intelligence Suite": https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/GNGGedLN-akselerasi-adopsi-ai-di-asia-indosat-dan-f5-gelar-intelligence-suite
  • F5, "Indosat and F5 Launch 'Intelligence Suite': A Token Factory to Unlock AI Across Asia": https://www.f5.com/company/news/press-releases/indosat-and-f5-launch-intelligence-suite-a-token-factory-to-unlock-ai-across-asia
  • Indosat Intelligence Suite: https://intelligencesuite-ai.ioh.co.id/en/