Aturan dan cara mengelola AI tidak harus dibuat sendirian oleh setiap negara. Indonesia dan Singapura kini mencoba membangunnya bersama, dan secara terbuka.

Apa itu Project NUSA

Menurut ANTARA, Indonesia dan Singapura meluncurkan Project NUSA dalam AI Impact Summit di Bali Tech Week 2026, Denpasar, Rabu, 21 Oktober 2026. Nama NUSA bukan singkatan dari Nusantara, melainkan Network of Unified and Secure AI.

Dari pihak Indonesia, proyek ini dimotori Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika), yang sebelumnya juga menyiapkan sejumlah inisiatif AI di Bali. Dari Singapura, mitranya adalah AI Singapore. Menurut ANTARA, proyek ini juga melibatkan 20 pihak lain.

Tiga hal yang ingin dibangun

  1. Tata kelola AI sumber terbuka. Ketua Umum Korika Hammam Riza menyebut kata kuncinya adalah open source AI governance: kerangka yang terbuka, tetapi tetap berpegang pada prinsip etika dan keterlibatan manusia dalam prosesnya.
  2. Data dan pengetahuan terbuka untuk berbagai aplikasi yang dibutuhkan pemerintah, industri, kampus, dan masyarakat.
  3. Pengelolaan data berlapis. Data sensitif tetap disimpan di wilayah masing-masing negara, sementara fasilitas pusat data di kedua negara dimanfaatkan bersama.

Deputy Director of AI Products AI Singapore William Tjhi menyebut tata kelola AI akan kacau bila setiap pihak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, Singapura unggul di teknologi, sementara Indonesia punya pasar besar untuk menguji apakah sebuah penerapan AI benar-benar berguna. Pendekatannya terbuka dan adaptif, mirip platform pengujian AI Verify milik otoritas media dan infokom Singapura (IMDA). "Ini tidak akan menjadi milik Singapura, ini tidak akan menjadi milik Indonesia," ujarnya.

AI berdaulat bukan berarti menutup diri

Hammam menegaskan, AI berdaulat bukan berarti Indonesia mengisolasi diri dari perkembangan global, tetapi mengajak semua pihak berkolaborasi. Menurut ANTARA, inisiatif ini juga menyerap tolok ukur dari Eropa, Amerika, Singapura, dan Indonesia dalam penyusunan Perpres Peta Jalan AI. Pemerintah sendiri tengah menyiapkan Perpres Etika AI dan Gugus Tugas AI Nasional.

Kenapa penting bagi Anda

Bagi perusahaan dan instansi di Indonesia, kerangka tata kelola yang terbuka bisa menjadi panduan praktis: cara menguji, mendokumentasikan, dan mengawasi sistem AI sebelum dipakai melayani publik. Singapura sendiri makin aktif di bidang ini, termasuk lewat nota kesepahaman keamanan AI dengan Anthropic.

Yang perlu dicermati

Rincian teknis Project NUSA belum banyak diumumkan, misalnya siapa saja 20 pihak yang terlibat, kapan kerangkanya bisa dipakai, dan apakah statusnya kerja sama resmi antarpemerintah atau inisiatif ekosistem. Hal-hal itu perlu ditunggu sebelum menilai dampaknya.

Sumber

  • ANTARA, "Indonesia-Singapura luncurkan Project NUSA tata kelola AI": https://www.antaranews.com/berita/5802593/indonesia-singapura-luncurkan-project-nusa-tata-kelola-ai