Banyak pelaku UMKM di Indonesia kesulitan mendapat pinjaman karena tidak punya riwayat kredit atau dokumen yang lengkap. Salah satu jawaban yang kini ditawarkan perusahaan teknologi adalah penilaian kredit dengan bantuan AI.
Apa itu TrustEngine
Menurut Media Indonesia, Aggre Capital memperkenalkan TrustEngine, sistem penilaian kredit berbasis AI, dalam rangkaian Musyawarah Nasional XII Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Seminar Nasional 2026. Sasarannya adalah lembaga keuangan seperti BPR dan BPRS (bank perekonomian rakyat syariah) yang banyak melayani UMKM.
Co-Founder dan CEO Aggre Capital sekaligus CEO TrustEngine Indonesia, Rian Hidayat, menyebut tantangan akses pembiayaan tidak cukup dijawab dengan menambah dana yang disalurkan. Menurutnya, lembaga keuangan juga perlu cara menilai profil, kebutuhan, dan kemampuan calon debitur secara lebih menyeluruh.
Fitur yang disebutkan
- FaceEngine: verifikasi identitas digital lewat wajah.
- Watchlist Screening: pemeriksaan latar belakang dan risiko.
- Bank Statement Analyzer: analisis rekening koran.
- HomeScore: penilaian properti berbantuan AI.
- Legal Opinion Checking: pemeriksaan dokumen hukum.
- PsycoEngine: analisis mikroekspresi wajah calon nasabah. Media Indonesia mencatat fitur ini memerlukan validasi dan evaluasi khusus sebelum dipakai sebagai dasar menilai debitur.
Kenapa penting bagi Anda
Bagi pelaku UMKM, penilaian yang lebih cepat dan memakai data alternatif seperti rekening koran bisa membuka akses pinjaman yang sebelumnya sulit. Bagi BPR, alat seperti ini bisa membantu bersaing dengan bank besar dan fintech.
Namun, penilaian kredit dengan AI juga membawa risiko. Data wajah termasuk data biometrik, yang dalam UU Pelindungan Data Pribadi digolongkan sebagai data pribadi yang bersifat spesifik dan butuh perlindungan lebih ketat. Dalam rancangan Perpres Etika AI, AI yang memakai data pribadi spesifik masuk kategori risiko tinggi. OJK juga sudah meminta perbankan mewaspadai risiko AI.
Analisis mikroekspresi untuk menilai "kejujuran" atau karakter seseorang juga masih diperdebatkan secara ilmiah. Calon nasabah berhak tahu bila keputusan kredit mereka dipengaruhi analisis seperti ini, dan sebaiknya keputusan akhir tetap di tangan manusia.
Yang perlu dicermati
Artikel sumber tidak menyebut berapa lembaga yang sudah memakai TrustEngine, seberapa akurat penilaiannya, atau bagaimana data nasabah disimpan. Klaim manfaatnya masih berasal dari perusahaan sendiri.
Sumber
- Media Indonesia, "Bantu Perluas Akses Pembiayaan UMKM lewat Teknologi AI": https://mediaindonesia.com/ekonomi/946713/bantu-perluas-akses-pembiayaan-umkm-lewat-teknologi-ai



