Kalau Anda kuliah atau mengajar di kampus swasta, akses ke alat AI dan internet yang layak sering jadi kendala. Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mencoba menjawabnya lewat kerja sama dengan tiga perusahaan.
Tiga nota kesepahaman
Menurut ANTARA, Aptisi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Esa Unggul Global Innovation Hub, Jakarta, Selasa (27/10). Mitranya:
- PT Solusi Sinergi Digital (Surge), untuk akses internet kampus yang gratis atau terjangkau.
- Mindstone dari Inggris, untuk pelatihan kemampuan AI profesional bagi dosen dan mahasiswa.
- Synthesia dari Singapura, untuk pembuatan konten perkuliahan berbasis avatar AI.
Penandatanganan dibarengi seminar internasional.
"Bukan lagi pilihan"
Ketua Umum Aptisi Budi Djatmiko menyebut integrasi AI di kampus "bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis". Sekretaris Jenderal Aptisi yang juga Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja, ikut menekankan pentingnya kesiapan kampus swasta menghadapi perubahan ini.
Yang belum jelas
MoU adalah kesepakatan awal, belum kontrak pelaksanaan. Berita yang kami baca belum menjelaskan berapa kampus yang akan ikut, berapa biayanya bagi kampus atau mahasiswa, kapan program dimulai, dan bagaimana data mahasiswa dikelola oleh mitra asing. Pantau pengumuman lanjutan dari Aptisi atau kampus Anda.
Apa artinya bagi Anda
Bagi dosen, pelatihan AI dan alat pembuat video kuliah bisa menghemat waktu menyiapkan materi. Namun, video avatar tidak menggantikan interaksi tatap muka dan umpan balik dosen. Bagi mahasiswa, akses internet murah di kampus adalah manfaat paling nyata jika benar terealisasi. Sebelum memakai alat AI di tugas, cek aturan kampus soal penggunaannya.
Mulai belajar dasar-dasarnya di rubrik Belajar AI.



