Meta dilaporkan mengembangkan purwarupa robot humanoid bernama "Max" bersama perusahaan robotika asal China, Fourier. Robot ini dirancang sebagai platform riset untuk menghubungkan agen AI Meta dengan dunia fisik. Laporan awalnya datang dari The Next Web dan diberitakan ulang ANTARA pada 2 November 2026.

Spesifikasi Max

  • Tinggi sekitar 1,5 meter, berat 48 kilogram.
  • Ditenagai chip Nvidia Jetson Thor.
  • Layar antarmuka yang bisa menampilkan ekspresi wajah, plus pengeras suara.
  • Lima jari di setiap tangan untuk memegang dan memindahkan benda kecil.
  • Dibangun dalam waktu sekitar tiga bulan.

Wakil Presiden Produk Robotika Meta, Li-Chen Miller, disebut menghabiskan hampir dua bulan di pabrik Fourier di Shanghai untuk mengawal pengembangannya.

Tubuh untuk Muse

Meta memproyeksikan robot ini sebagai wujud fisik Muse, agen AI pribadinya, dengan tujuan utama membantu pekerjaan rumah tangga. Muse sendiri sudah diuji sebagai agen digital, termasuk di Singapura dengan integrasi layanan seperti Shopee, Grab, dan Agoda (baca di sini).

Menurut laporan tersebut, Nvidia menyepakati investasi sekitar US$3 miliar untuk memperluas kerja sama riset proyek Muse. Setelah Max dipamerkan secara internal pada akhir Agustus, Meta dan Fourier mulai mengerjakan Max 2 sejak September, dengan perbaikan bodi, artikulasi tangan, proyektor terintegrasi, dan sensor untuk menaiki tangga.

Meta tidak berencana menjual robot ini kepada publik.

Perlombaan robot humanoid

Meta bergabung dengan deretan perusahaan yang membangun robot humanoid untuk rumah dan pabrik: Tesla dengan Optimus, Agility dengan Digit, serta Unitree dari China.

Yang menarik, Meta, perusahaan AS, memilih bermitra dengan pabrikan China. Ini menunjukkan betapa kuatnya rantai pasok robotika China, meski persaingan teknologi AS dan China makin ketat.

Apa artinya bagi Indonesia

Robot humanoid rumah tangga masih jauh dari pasar Indonesia, dan Max sendiri tidak dijual. Namun beberapa pertanyaan sudah relevan:

  • Privasi. Robot di rumah dengan kamera, mikrofon, dan agen AI berarti data paling pribadi, yaitu isi rumah dan percakapan keluarga, diproses oleh perusahaan teknologi.
  • Keamanan fisik. Agen AI yang bisa menggerakkan benda membawa risiko baru. Eksperimen agen AI yang mengendalikan robot di laboratorium sudah memicu debat etika (baca di sini).
  • Pekerjaan. Dalam jangka panjang, robot rumah tangga dan pabrik bisa memengaruhi jutaan pekerja domestik dan manufaktur di Indonesia.

Catatan redaksi: informasi berasal dari laporan The Next Web yang dikutip ANTARA. Meta dan Fourier belum merilis pengumuman resmi yang bisa kami verifikasi.

Sumber