Sejumlah developer melaporkan bahwa Claude Code dan model Claude Opus 5.5 dari Anthropic mulai menolak permintaan yang berkaitan dengan membuat ulang game, dan dalam beberapa kasus juga pekerjaan reverse engineering yang tampaknya tidak berbahaya. Laporan ini dirangkum Tom's Hardware.
Apa yang dilaporkan
- Aturan soal game. Penolakan ini diduga terkait aturan teks baru yang meminta model menghindari "membuat ulang game spesifik yang sudah ada". Repositori GitHub Claude Code kebanjiran laporan soal penolakan untuk pekerjaan game biasa, misalnya meniru mekanik game atau menambal game bergaya permainan meja. Setidaknya satu pelapor adalah developer dengan rekam jejak nyata.
- Reverse engineering. Di Reddit dan platform lain, pengguna mengaku Claude menolak tugas seperti menganalisis crash dump Windows, membersihkan aplikasi bawaan di TV Samsung, atau memakai alat Reverse Engineer Anything (REA).
- Keamanan game. Ada developer yang mengeluh Claude menolak membantu pengembangan anti-cheat dan tinjauan keamanan untuk game mereka sendiri.
Tom's Hardware mengaitkan sebagian penolakan dengan Cyber Verification Program yang diumumkan Anthropic pada 6 Oktober. Program itu membatasi akses ke kemampuan keamanan siber tingkat lanjut hanya untuk pihak yang tercakup Project Glasswing.
Perlu dibaca hati-hati
Laporannya beragam dan belum semuanya terverifikasi. Sebagian pembaca Tom's Hardware sendiri membantah, dengan menyebut aturan baru hanya mencegah permintaan kloning instan seperti "buat ulang game X dengan gaya Y", sementara modding dan reverse engineering masih diizinkan. Anthropic belum memberikan pernyataan resmi.
Kenapa ini terjadi
Ada dua kemungkinan alasan:
- Perlindungan hukum. Perusahaan AI tampaknya ingin menghindari gugatan dari studio game dan perusahaan perangkat lunak, karena alat mereka bisa dipakai untuk menjiplak produk.
- Banjir klon AI. Belakangan muncul banyak klon aplikasi dan game buatan AI. Ada pula laporan pemerasan terhadap studio kecil: demo game mereka diancam akan diklon menjadi game utuh sebelum versi aslinya rilis.
Ironinya juga disorot: perusahaan AI yang melatih modelnya dari karya di seluruh internet kini berhati-hati soal pelanggaran hak cipta. Debat soal hak cipta dan AI juga berjalan di Indonesia lewat RUU Hak Cipta (baca di sini).
Untuk game developer Indonesia
- Jelaskan konteks. Jika Anda mengerjakan game sendiri, nyatakan dengan jelas bahwa kodenya milik Anda. Ini kadang membantu, tetapi tidak menjamin.
- Siapkan alternatif. Untuk pekerjaan yang sering ditolak, banyak pengembang beralih ke model terbuka atau lokal. Pastikan pekerjaannya memang legal.
- Lindungi demo Anda. Ancaman klon berbasis AI juga nyata bagi studio indie. Simpan bukti tanggal pembuatan aset dan kode, dan pertimbangkan kapan demo dibuka ke publik.
Kasus ini sejalan dengan pola lain dari Anthropic: model yang makin sering menolak tugas yang dianggap berisiko, seperti yang juga terlihat dalam eksperimen agen AI di laboratorium biologi (baca di sini).



