Setelah lebih dari setahun tertunda, Apple Intelligence akhirnya tersedia untuk pengguna iPhone di China. Menurut The Verge, yang mengutip MacRumors dan ruang berita resmi Apple China, fitur AI Apple hadir melalui iOS 27.3, dengan versi beta mulai 4 November 2026 dan rilis penuh dijadwalkan pada Desember.

Fitur yang tersedia

  • Ringkasan notifikasi
  • Terjemahan real-time
  • Writing tools (menulis ulang, merangkum, mengoreksi teks)
  • Visual intelligence (mengenali objek lewat kamera)
  • Penghapusan objek di foto

Yang belum termasuk: Siri versi baru yang lebih cerdas.

Qwen menggantikan ChatGPT

Di luar China, Apple mengintegrasikan ChatGPT untuk permintaan yang tidak bisa dijawab model Apple sendiri. Di China, peran itu diisi Qwen dari Alibaba, dengan cara kerja yang mirip. Layanan AI asing seperti ChatGPT tidak tersedia resmi di China, dan model AI generatif yang beroperasi di sana harus mendapat persetujuan regulator.

Menurut laporan tersebut, Apple Intelligence untuk China mendapat persetujuan pada Juli. Reuters pada Agustus juga melaporkan bahwa Apple melatih model bahasa besar (LLM) khusus untuk pasar China.

Pelajaran untuk Indonesia

Kasus ini menunjukkan satu pola yang makin jelas: produk AI global kini menyesuaikan diri dengan aturan masing-masing negara. Apple tidak bisa sekadar menyalakan fiturnya di China. Ia harus memakai mitra lokal, model yang disetujui regulator, dan kemungkinan aturan konten yang berbeda.

Indonesia sedang menyiapkan Perpres Etika AI dan Peta Jalan Nasional AI (baca di sini). Jika aturan itu nantinya menuntut kepatuhan khusus, misalnya soal data atau konten, pengguna di Indonesia juga bisa melihat fitur AI yang berbeda dari negara lain. Sejauh ini Apple Intelligence sudah tersedia di Indonesia dalam bahasa Inggris, tetapi dukungan penuh bahasa Indonesia belum diumumkan.

Catatan redaksi: artikel lengkap The Verge berada di balik paywall. Ringkasan ini kami susun dari bagian yang dapat diakses serta rujukan MacRumors dan Apple yang dikutipnya.

Sumber