Banyak orang khawatir AI akan mengambil alih pekerjaan mereka. Kini salah satu perusahaan AI terbesar dunia, Anthropic, menjanjikan sebagian kepemilikannya untuk membantu menangani dampak tersebut.
Apa yang diumumkan
Menurut CNBC, Anthropic pada Minggu, 18 Oktober 2026 waktu AS, mengumumkan rencana menyisihkan 5 persen sahamnya ke dana baru bernama Public Benefit Fund. Rencana ini masih perlu persetujuan pemegang saham.
Porsinya bisa bertambah. Dewan direksi dapat menambah 2 poin persen setiap kali nilai Anthropic naik 50 persen di atas angka acuan tertentu, yang belum diungkap.
Untuk apa dananya
Anthropic menyebut dana ini bisa dipakai untuk donasi besar ke lembaga nirlaba, penyaluran langsung ke kelompok masyarakat tertentu, atau program untuk mempelajari dan menangani dampak AI pada pekerja, termasuk pekerjaan yang tergantikan. Anthropic sebelumnya sudah menyiapkan 200 juta dolar AS untuk mempelajari dampak AI, tetapi menilai perlu langkah yang lebih berani.
Dana ini akan berbentuk perusahaan terbatas (LLC) milik Anthropic, bukan yayasan nirlaba, agar lebih leluasa memilih bentuk bantuan. Anthropic menegaskan saham di dana ini tidak akan dipakai untuk lobi atau sumbangan politik.
Konteks: jelang IPO
Pengumuman ini datang menjelang rencana Anthropic melantai di bursa, yang dilaporkan dijadwalkan November. Anthropic juga melaporkan pendapatan kuartal III sebesar 16,8 miliar dolar AS. Lise Buyer dari firma penasihat IPO Class V Group menilai langkah ini penting untuk persiapan IPO dan juga baik untuk citra, terutama saat AI sedang disorot tajam. Elon Musk menanggapi di X dengan menyarankan saham itu diberikan langsung ke publik.
Kenapa penting untuk Indonesia
Kekhawatiran soal AI dan pekerjaan juga terasa di Indonesia, misalnya di layanan pelanggan, administrasi, dan industri kreatif. Belum jelas apakah dana Anthropic akan menjangkau pekerja di luar Amerika Serikat. Namun, langkah ini bisa jadi contoh: perusahaan yang untung besar dari AI ikut menanggung biaya sosialnya, misalnya lewat pelatihan ulang pekerja.
Bagi pemerintah dan perusahaan di Indonesia, ini pengingat bahwa transisi ke AI perlu disertai program peningkatan keterampilan agar pekerja tidak tertinggal.
Yang perlu dicermati
Banyak detail belum diumumkan, termasuk tata kelola dana dan angka acuan valuasi. Anthropic berjanji membagikan informasi lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Seberapa besar dampaknya akan bergantung pada ke mana dan kepada siapa dana itu benar-benar disalurkan.
Sumber
- CNBC, "Anthropic commits 5% of shares to new public benefit fund that could address AI job disruption": https://www.cnbc.com/2026/10/18/anthropic-ai-public-benefit-fund.html



