Replit adalah platform untuk membuat aplikasi langsung dari browser, bahkan cukup dengan perintah bahasa sehari-hari lewat Replit Agent. Banyak pendiri startup dan pemula memakainya. Kini "otak" bawaan di balik agen itu berganti.
Apa yang terjadi
Menurut TechCrunch, CEO dan pendiri Replit Amjad Masad mengatakan di panggung TechCrunch Disrupt bahwa Replit tidak lagi bekerja sama dengan Anthropic. Setelah acara, ia meluruskan: pengguna masih bisa memakai model Claude dari Anthropic, tetapi model OpenAI kini menjadi pilihan default.
"Keputusan ini berdasarkan biaya, kemitraan, dan performa," kata Masad. Ia menyebut tolok ukur internal dan publik Replit menunjukkan model OpenAI Sol dan Astra lebih baik dalam membuat aplikasi dari nol. Replit sudah mengumumkan kemitraan dengan OpenAI pada Agustus.
Kenapa ini berarti besar
Sebelum bermitra dengan OpenAI, Replit mengandalkan Claude, dan Masad menyebut Replit sempat menjadi salah satu dari lima pelanggan terbesar Anthropic. Karena kebanyakan pengguna tidak mengubah pengaturan default, perubahan ini bisa mengurangi belanja Replit ke Anthropic secara signifikan.
Namun, ceritanya belum sepenuhnya jelas. Seorang sumber yang mengetahui hubungan kedua perusahaan mengatakan kepada TechCrunch bahwa kemitraan Replit dan Anthropic masih berjalan. Replit sendiri menyebut dirinya tetap "model agnostic", artinya tidak terikat pada satu penyedia.
Masad juga membagikan data pertumbuhan: kontrak enterprise naik dari sekitar 2% pendapatan tahun lalu menjadi sekitar 15% tahun ini, dan lebih dari separuh pendapatan Replit kini dari pelanggan bisnis.
Kenapa penting untuk Indonesia
Banyak developer, mahasiswa, dan pelaku UMKM di Indonesia mulai mencoba vibe coding, yaitu membuat aplikasi dengan bantuan AI tanpa harus jago memprogram. Pergantian default ini bisa membuat hasil, gaya kode, dan biaya terasa berbeda, walau pengguna tetap bisa memilih model sendiri.
Pelajarannya mirip dengan kabar pensiunnya GPT-4o dan GPT-4.1 dari API OpenAI: model di balik layanan AI bisa berganti kapan saja. Kalau proyek Anda bergantung pada satu model, cek pengaturannya secara berkala dan uji ulang hasilnya setelah ada perubahan.
Yang perlu dicermati
Persaingan OpenAI dan Anthropic di alat bantu coding makin panas, dan keputusan satu platform besar bisa menggeser pasar. Bagi pengguna, kabar baiknya adalah persaingan biasanya mendorong harga turun dan kualitas naik.
Sumber
- TechCrunch, "Replit makes OpenAI its default over Anthropic, CEO says": https://techcrunch.com/2026/10/17/replit-is-no-longer-working-with-anthropic-ceo-says/



