Setahun lalu, Anthropic masih dikenal sebagai laboratorium AI yang membakar uang. Kini angka yang beredar menunjukkan cerita berbeda, tepat ketika perusahaan pembuat Claude itu bersiap melantai di bursa.

Apa yang terjadi

Menurut sumber yang dikutip CNBC dan Bloomberg (via The Straits Times), Anthropic memberi tahu calon investor bahwa pendapatan kuartal ketiga 2026 mencapai 16,8 miliar dolar AS. Presentasi itu digelar pada 14 Oktober di kantor pusatnya di San Francisco.

Angka tersebut naik dari 11,6 miliar dolar AS pada kuartal kedua, atau sekitar 45%. Pada kuartal pertama, pendapatannya 4,7 miliar dolar AS. Anthropic juga disebut sudah mencetak laba secara disesuaikan (adjusted) pada kuartal ketiga.

CNBC, mengutip Financial Times, menambahkan bahwa perusahaan mengaku arus kasnya positif dan menghasilkan 1,70 dolar AS pendapatan untuk setiap dolar yang dibelanjakan untuk daya komputasi. Mengutip The Wall Street Journal, investor memperkirakan pendapatan tahunan Anthropic bisa mencapai 110 miliar dolar AS pada akhir tahun.

Menuju IPO

Bloomberg melaporkan Anthropic bisa mulai memasarkan penawaran saham perdananya paling cepat pekan 9 November, sehingga saham bisa mulai diperdagangkan sebelum Thanksgiving. Jadwal itu masih bisa bergeser. Juru bicara Anthropic menolak berkomentar.

Sebagai pembanding, Bloomberg mencatat pendapatan Anthropic sepanjang 2025 sekitar 4,6 miliar dolar AS, dengan rugi bersih hampir 42 miliar dolar AS. Artinya, pendapatan satu kuartal kini jauh melampaui pendapatan satu tahun penuh sebelumnya.

Momen ini tidak sepenuhnya mulus. The Straits Times mencatat Anthropic dan OpenAI sedang menjadi sorotan publik soal keselamatan AI setelah serangkaian insiden peretasan oleh agen AI yang lepas kendali. Sebelum presentasi 14 Oktober, sebagian investor menyebut valuasi wajar Anthropic berada di kisaran 1,8 hingga 2 triliun dolar AS.

Kenapa penting untuk Indonesia

Angka ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan bersedia membayar untuk AI, terutama layanan untuk pemrograman dan pekerjaan kantor. Bagi perusahaan Indonesia yang memakai Claude lewat API atau platform pihak ketiga, kesehatan finansial penyedia penting: model bisnis yang mulai untung cenderung lebih stabil dalam jangka panjang.

Di sisi lain, IPO berarti tekanan dari pemegang saham untuk terus menumbuhkan pendapatan. Pengguna perlu mencermati arah harga dan kebijakan layanan ke depan.

Ada juga pelajaran soal skala. Industri AI global kini bergerak dengan angka puluhan miliar dolar per kuartal. Bagi ekosistem AI Indonesia, ini pengingat bahwa bersaing di model dasar butuh modal raksasa, dan peluang yang lebih realistis mungkin ada di lapisan aplikasi serta model untuk bahasa dan kebutuhan lokal.

Yang perlu dicermati

Semua angka ini berasal dari sumber anonim dan presentasi ke investor, bukan laporan keuangan yang telah diaudit. "Laba disesuaikan" juga tidak sama dengan laba bersih. Gambaran lengkap baru akan terlihat dari dokumen resmi IPO.

Sumber

  • CNBC, "Anthropic's Q3 revenue is said to hit $16.8 billion ahead of IPO": https://www.cnbc.com/2026/10/15/anthropics-third-quarter-revenue-hits-16point8-billion-ipo.html
  • The Straits Times (Bloomberg), "Anthropic revenue jumps to US$16.8 billion in Q3 before IPO": https://www.straitstimes.com/business/anthropic-revenue-jumps-to-us16-8-billion-in-q3-before-ipo