Kemarin kami menulis tentang OpenAI dan Oracle yang membawa aplikasi bisnis Oracle ke ChatGPT. Hari ini giliran ServiceNow, platform yang banyak dipakai tim IT perusahaan untuk tiket, insiden, dan alur kerja.

Kerjakan ServiceNow tanpa keluar dari ChatGPT

Menurut siaran pers ServiceNow dan pengumuman OpenAI, inti kemitraan baru ini adalah plugin ServiceNow untuk ChatGPT. Contohnya, anggota tim IT bisa mencari insiden serupa, menilai risiko perubahan sistem, dan memperbarui catatan ServiceNow langsung dari percakapan ChatGPT.

Pelanggan menghubungkan ChatGPT ke instans ServiceNow masing-masing dan memilih kemampuan apa saja yang dibuka. Lapisan Action Fabric milik ServiceNow menerapkan aturan bisnis dan hak akses yang sudah ada, jadi tindakan di ChatGPT tetap mengikuti izin organisasi.

Tiga area pengembangan berikutnya

  1. Pengembangan aplikasi: integrasi Codex di ServiceNow AI Workflow Factory, dan model OpenAI untuk Build Agent serta Autonomous Engineer.
  2. Keamanan siber: solusi bersama yang menggabungkan kemampuan siber OpenAI dengan konteks aset dan identitas ServiceNow untuk menyelidiki celah dan memprioritaskan perbaikan.
  3. Suara: pengguna bisa menjelaskan rencana pemakaian AI secara lisan di Super Intelligence Control Tower untuk penilaian risiko.

ServiceNow juga berencana memberikan ChatGPT Work dan Codex untuk seluruh karyawannya, sementara OpenAI akan memakai ServiceNow di operasionalnya sendiri. OpenAI juga menjadi anggota pendiri Control Tower Alliance milik ServiceNow.

Jadwal ketersediaan

  • Plugin MCP ServiceNow: tersedia hari ini di OpenAI marketplace; kemampuan tambahan akhir 2026.
  • Fitur suara: kuartal I 2027.
  • Fitur keamanan: akses awal Januari 2027, umum kuartal II 2027.
  • Codex di AI Workflow Factory: 2027.

Polanya makin jelas

Oracle kemarin, ServiceNow hari ini: OpenAI sedang menjadikan ChatGPT "pintu depan" ke software bisnis. Bagi perusahaan di Indonesia yang memakai ServiceNow, pertanyaannya bukan hanya fitur, tetapi juga tata kelola: siapa yang boleh menjalankan aksi lewat ChatGPT, dan apakah semua aksi tercatat. Survei Sumsub menunjukkan baru 34% organisasi Indonesia yang menyimpan rekam jejak keputusan AI.

Catatan sumber: halaman openai.com tidak bisa kami akses langsung, sehingga kami memakai siaran pers ServiceNow (via Business Wire) dan ringkasan pengumuman OpenAI dari hasil pencarian.

Sumber