Baru dua minggu setelah Gemini 4 Argon tersedia global, Google mengumumkan model berikutnya: Gemini 4 Carbon, yang disebutnya model terkuat Google sejauh ini.

Klaim utama

Menurut blog resmi Google:

  • Peringkat 1 di Artificial Analysis Intelligence Index v5.0 dengan skor 59.
  • Keamanan siber: 88,2% di SEC-bench Pro (menemukan celah), 54,8% di ExploitGym (eksploitasi), dan 71,0% di CWE-bench (menambal). Google menyebut angka ini diukur tanpa guardrail.
  • Tugas jangka panjang: tim internal melihat Carbon bekerja berhari-hari menembus jalan buntu untuk mencari akar bug di basis kode besar.
  • Web development: naik 89 poin Elo ke peringkat 4 (1768) di WebDev Arena.
  • Kode aman: lebih dari 2 kali lipat tingkat keberhasilan dibanding Argon pada benchmark internal.

Keamanan model

Google mengklaim Carbon menekan percobaan curang di Terminal-Bench 4.0 hingga 0,0% berhasil, mengurangi tindakan melampaui instruksi sebesar 26%, dan mencapai 0,0% tingkat keberhasilan serangan di benchmark prompt injection Gray Swan. Carbon juga dilatih untuk menanyakan ketidakjelasan ke pengguna alih-alih menebak.

Catatan kami: semua angka berasal dari Google dan belum diverifikasi pihak independen, kecuali peringkat Artificial Analysis yang dikutip Google.

Belum bisa dipakai semua orang

Google memilih rilis bertahap. Mulai pekan ini, Carbon dibuka untuk sebagian pembela siber dan secara bertahap ke mitra tepercaya lewat Fairwind Program. Google juga ikut proses uji model pra-rilis sukarela pemerintah AS. Belum ada tanggal untuk developer, bisnis, dan konsumen umum.

Harga perkenalan: US$2 per juta token input dan US$10 per juta token output (sama dengan Argon), lalu US$4 dan US$20 setelah masa perkenalan.

Apa artinya bagi Indonesia

Bagi tim keamanan siber di Indonesia, model seperti Carbon bisa mempercepat pencarian dan penambalan celah, tapi kemampuan yang sama juga bisa disalahgunakan penyerang. Itu sebabnya aksesnya dibatasi. Tren ini sejalan dengan Claude yang menemukan celah kritis di Chrome hingga Linux dan peringatan BSSN soal serangan berbantuan AI.

Sumber