Banyak orang memperlakukan ChatGPT seperti teman curhat atau buku catatan pribadi. Investigasi terbaru 404 Media mengingatkan bahwa bagi pengguna gratis, ChatGPT kini juga adalah papan iklan, dan iklannya bisa diarahkan secara spesifik.
Apa yang terjadi
OpenAI mulai menampilkan iklan di ChatGPT di Amerika Serikat pada Februari, lalu memperluasnya ke wilayah lain. Pengguna paket Free dan Go kerap melihat iklan terkait di bawah jawaban chatbot. Bulan ini, iklan juga mulai muncul di samping hasil pembuatan gambar.
Untuk memahami cara kerjanya, 404 Media memasang dua iklan sendiri di ChatGPT. Hasilnya, ada dua cara utama pengiklan menyasar pengguna.
Menurut 404 Media, ChatGPT punya sekitar satu miliar pengguna aktif bulanan, dan banyak yang mungkin tidak sadar bahwa sebagian iklan yang mereka lihat muncul karena data pribadi yang diunggah pengiklan. Bahkan sudah ada layanan pihak ketiga, ChatGPT Ad Library, yang mengklaim telah merekam setidaknya 43.410 iklan dari 415.289 penayangan.
Cara pertama: isi percakapan
Pengiklan bisa memberi "context hints", yaitu deskripsi topik atau kata kunci percakapan yang relevan dengan produknya. OpenAI menyebut petunjuk ini mengarahkan pencocokan, bukan aturan yang harus sama persis. Artinya, apa yang kita ketik bisa menentukan iklan yang muncul.
Cara kedua: daftar email dan nomor HP
Pengiklan juga bisa membuat "audiens" dengan mengunggah daftar alamat email dan nomor telepon, baik dalam bentuk asli maupun yang sudah di-hash (disamarkan secara digital), atau ID iklan perangkat Android. OpenAI lalu mencocokkan data itu dengan akun ChatGPT.
Ada batasannya. Menurut pusat bantuan OpenAI, penargetan inklusi baru bisa dipakai jika ada minimal 25.000 pengguna yang cocok. Pengiklan juga tidak bisa melihat siapa saja yang cocok atau memilih individu tertentu. File yang diunggah dihapus setelah diproses, biasanya paling lambat 24 jam. OpenAI juga meminta pengiklan tidak memakai audiens khusus untuk kampanye di Kawasan Ekonomi Eropa dan Swiss selama personalisasi iklan belum tersedia di sana.
Kenapa penting untuk Indonesia
Indonesia termasuk pasar pengguna ChatGPT yang besar, dan banyak orang memakai paket gratis. Nomor HP dan email kita sudah lama tersebar di berbagai database toko daring, aplikasi, hingga kebocoran data. Jika penargetan iklan semacam ini berlaku di wilayah kita, data itu bisa menjadi jembatan antara identitas kita di luar dan iklan yang muncul di percakapan dengan AI.
Ini juga relevan dengan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi. Pertanyaannya: apakah pengguna benar-benar paham dan menyetujui data mereka dipakai dengan cara ini?
Yang bisa kamu lakukan
- Cek pengaturan "ads personalization" di ChatGPT. Mematikannya mencegah riwayat chat dipakai untuk memilih iklan, tetapi menurut pengaturan itu sendiri, iklan masih bisa didasarkan pada percakapan yang sedang berlangsung.
- Hindari mengetik data sensitif di chatbot mana pun.
- Pertimbangkan bahwa prompt kamu tidak sepenuhnya privat.
Sumber
- 404 Media, "How ChatGPT Targets Ads to You Based on Your Prompts, Phone Number, and Email": https://www.404media.co/how-chatgpt-targets-ads-to-you-based-on-your-prompts-phone-number-and-email/
- OpenAI Help Center, "Set up Custom Audiences for your Campaign": https://help.openai.com/en/articles/20001346-set-up-custom-audiences-for-your-campaign


