Malaysia terus menambah kandidat lokasi pusat data AI. Kali ini giliran negara bagian Perak. Perbadanan Kemajuan Negeri Perak (PKNPk) dan perusahaan Global Vision Lab Sdn Bhd (GVL) menjajaki pembangunan pusat data AI dengan target kapasitas lebih dari 100 megawatt (MW).

Informasi ini berasal dari pernyataan bersama kedua pihak, yang diberitakan New Straits Times, The Star, dan The Edge Malaysia pada 2–3 November 2026.

Masih tahap awal

Penting untuk membaca berita ini dengan proporsional:

  • Yang sudah ditandatangani baru perjanjian kerahasiaan (NDA) dan surat persetujuan untuk bertukar informasi dan melakukan kajian awal.
  • Kapasitas lebih dari 100 MW disebut sebagai target perencanaan dan belum final.
  • Ruang lingkup, nilai investasi, skema pembangunan, pasokan listrik, dan jadwal masih bergantung pada hasil kajian, perjanjian definitif, dan izin pihak berwenang.

Kajian akan mencakup kesesuaian lokasi, ketersediaan listrik, sistem pendingin, konektivitas jaringan, dan kebutuhan infrastruktur lain. PKNPk akan mengoordinasikan pemangku kepentingan di tingkat negara bagian, sementara GVL memimpin perencanaan serta kajian teknis dan komersial. Dua perusahaan lain, ITMAN Service Center dan Future Quantum, disebut sebagai mitra, tetapi perannya belum ditetapkan.

Alasan Perak

CEO PKNPk Datuk Redza Rafiq mengaitkan proyek ini dengan agenda Perak Sejahtera 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi ke aktivitas teknologi bernilai tinggi. Ia menyebut potensi lapangan kerja terampil, rantai pasok lokal, dan adopsi AI di manufaktur serta logistik.

Perbandingan dengan Indonesia

  • Skala. 100 MW tergolong menengah. Sebagai pembanding, kapasitas pusat data Indonesia sekitar 1 GW (1.000 MW) per Mei 2026 dan diproyeksikan mencapai 11 GW pada 2030 menurut asosiasi IDPRO (baca di sini).
  • Penyebaran ke luar pusat. Malaysia mendorong pusat data ke negara bagian di luar Johor dan Lembah Klang. Indonesia punya ambisi serupa: Komdigi ingin pusat data AI dibangun di luar Jawa dan Batam, termasuk di Indonesia timur.
  • Manfaat untuk pengguna lokal. Banyaknya pusat data tidak otomatis membuat AI lebih murah bagi UMKM. Karena itu Malaysia juga menyiapkan bursa komputasi AI nasional (baca di sini).

Catatan: sumber berita berasal dari pernyataan bersama pihak yang terlibat. Belum ada konfirmasi independen soal lokasi spesifik atau nilai investasinya.

Sumber