Bayangkan asisten coding AI yang berjalan di laptop Anda sendiri, tanpa internet dan tanpa biaya langganan. Itulah yang ditawarkan Flint, model pertama dari startup Recursive. Yang membuatnya menarik: perusahaan itu mengklaim AI ikut membangun hampir seluruh model ini.
Apa itu Flint
Menurut TechCrunch, Flint adalah model AI untuk menulis kode yang gratis dan bisa dijalankan di laptop. Model ini tersedia di Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0, lisensi open source yang membolehkan penggunaan dan modifikasi secara bebas.
Karena berjalan di komputer Anda sendiri, Flint bisa dipakai offline, kode Anda tetap privat, dan tidak ada biaya per pemakaian seperti layanan AI berbasis cloud.
Flint memakai arsitektur mixture-of-experts. Dari total 40 miliar parameter, hanya 2,5 miliar yang aktif untuk setiap tugas. Itulah sebabnya model ini cukup ringan untuk laptop biasa. Sebagai perbandingan, Muse Spark Open dari Meta memakai 816 miliar parameter dan butuh memori minimal 1 terabyte.
Seberapa cepat?
Dalam pengujian Recursive sendiri, Flint menghasilkan sekitar 131 token per detik di MacBook Pro dengan cip M4 Pro. Model serupa, termasuk Gemma 4 dari Google dan Nemotron 3.5 Lightning dari Nvidia, disebut hanya mencapai 58–69 token per detik di mesin yang sama. Di Nvidia RTX Spark, Flint disebut melampaui 150 token per detik.
Pada SWE-Bench Verified, tolok ukur kemampuan AI memperbaiki bug nyata, Flint disebut mengungguli model lain di bawah 50 miliar parameter. Ingat, sebagian besar angka ini adalah klaim perusahaan dan belum tentu sama dengan pengalaman Anda.
Recursive sendiri mengakui Flint butuh arahan lebih banyak dibanding asisten coding berbayar yang besar, dan menyarankan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil. Meski begitu, menurut TechCrunch, jurnalis Wired Will Knight yang mencobanya di Mac dengan memori 48GB menilai Flint berhasil menyelesaikan permintaan coding-nya.
"Dibangun oleh AI"
Recursive memiliki sistem riset otomatis bernama Eureka Machine. Sistem ini mencetuskan ide, menjalankan eksperimen, lalu memakai hasilnya untuk menentukan langkah berikutnya. Menurut perusahaan, Eureka Machine membantu hampir semua tahap pengembangan Flint, sehingga tim kecil bisa membangun model ini dari nol dalam kurang dari empat bulan.
CEO Recursive Richard Socher, mantan kepala ilmuwan Salesforce, menyebut kontribusi Eureka antara lain teknik pelatihan low-bit yang memperkecil ukuran Flint sebesar 71% dengan penurunan kualitas yang menurutnya hampir tidak ada.
Ini adalah uji coba awal gagasan recursive self-improvement, yaitu AI yang membangun AI yang lebih baik. Gagasan ini diperdebatkan karena sebagian peneliti khawatir prosesnya bisa lepas dari kendali manusia. Untuk saat ini, versi Recursive masih diawasi manusia.
Recursive muncul ke publik pada Mei dengan pendanaan US$650 juta dan valuasi US$4,65 miliar, didukung antara lain oleh GV, Nvidia, dan AMD Ventures.
Kenapa penting bagi Anda
Bagi developer dan mahasiswa di Indonesia, model coding yang gratis dan berjalan offline bisa menjadi alternatif hemat dibanding langganan asisten AI berbayar dalam dolar. Ini juga berguna jika koneksi internet Anda tidak stabil atau kode Anda bersifat rahasia.
Tetapi cek dulu spesifikasi laptop Anda. Pengujian yang dikutip memakai MacBook Pro M4 Pro dan Mac dengan memori 48GB, bukan laptop kelas pemula.



