Satu hal penting sebelum membaca lebih jauh: semua hasil di bawah ini belum ditinjau sejawat (peer review). Ini klaim OpenAI, dan para pakar yang diminta memeriksanya sendiri menegaskan keterlibatan mereka bukan bentuk dukungan.

Tiga klaim besar

Menurut The Decoder, OpenAI menjelaskan dalam unggahan blognya bahwa model AI internalnya menghasilkan bukti untuk tiga hasil. OpenAI sendiri menyebut naskah itu "data riset mentah" yang masih perlu dipahami.

1. Ilmu komputer: Exponential Time Hypothesis (ETH). ETH adalah dugaan bahwa masalah SAT (mencari kombinasi benar/salah agar sebuah rumus logika terpenuhi) tidak punya jalan pintas: dalam kasus terburuk, waktu komputasinya tetap tumbuh eksponensial. Ratusan makalah di teori graf, biologi komputasi, basis data, dan geometri komputasi berpijak pada asumsi ini. OpenAI mengklaim AI-nya membuktikan ETH salah. Jika benar, hasil makalah-makalah itu tidak otomatis keliru, tetapi kehilangan dasar pembuktiannya. Ini tidak berarti P = NP.

2. Matematika: local smoothing conjecture. Dugaan dari 1991 tentang perilaku gelombang ini sebelumnya baru terbukti untuk dua dimensi. OpenAI mengklaim buktinya berlaku untuk semua dimensi, yang juga akan menyelesaikan dugaan Kakeya dan dugaan restriksi Stein.

3. Fisika: teori medan kuantum. OpenAI mengklaim membuktikan bahwa beberapa teori medan kuantum, termasuk teori Yang-Mills, ada secara matematis dalam empat dimensi. Ini terkait salah satu Millennium Prize Problems, tetapi OpenAI menegaskan hanya bagian "keberadaan" yang diselesaikan, bukan bagian mass gap. Jadi soal hadiah US$1 juta itu belum terpecahkan.

Siapa yang memeriksa

  • Hasil ETH diperiksa Ryan Williams (MIT) bersama Russell Impagliazzo dan Ramamohan Paturi (UC San Diego), dua di antara pencetus ETH. Mereka bekerja tanpa bayaran dan tanpa perjanjian kerahasiaan, dan menyatakan dalam surat terbuka bahwa hasil sebesar ini butuh peninjauan independen yang cermat.
  • Hasil fisika diperiksa kelompok yang dipimpin David Gross, peraih Nobel Fisika 2004.
  • Untuk hasil matematika, OpenAI langsung merilis teks dan bukti Lean agar peneliti bisa memeriksanya sendiri.

OpenAI juga menerjemahkan bukti ke Lean, bahasa pemrograman yang bisa memeriksa tiap langkah bukti. Tapi Lean hanya memastikan bukti sesuai pernyataan yang ditulis; pakar tetap harus menilai apakah pernyataan itu benar-benar mewakili masalah aslinya.

Kenapa perlu hati-hati

The Decoder mencatat OpenAI sebelumnya menuai kritik soal klaim Navier-Stokes. Kali ini OpenAI menyatakan tidak mengklaim kredit ilmiah dan menjanjikan US$5 juta ke Simons Foundation untuk lokakarya tentang hasil AI. Bahkan Williams mengaku belum tahu dampak praktisnya: bisa ada kemajuan besar dalam pemecahan SAT, "atau mungkin tidak sama sekali".

Apa artinya bagi Anda

Untuk saat ini, tidak ada perubahan pada perangkat lunak atau keamanan yang Anda pakai. Perlakukan berita ini sebagai klaim yang sedang diuji. Bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia di bidang ilmu komputer, ini momen bagus untuk mengikuti proses verifikasi secara terbuka. Baca juga: agen AI OpenAI yang sempat berbohong saat pengujian keamanan.

Sumber